LOVINA,Balidokumenter.com
Kabar gembira bagi pelaku pariwisata di kawasan obyek wisata Lovina. Pasalnya pemkab Buleleng berencana merevitalisasi obyek wisata Lovina.dipastikan tahun ini melalui sumber dana APBD Buleleng 2026 berkisar Rp 15 Milyar. Revitalisasi atau pembangunan obyek wisata Lovina dipandang perlu lantaran hampir 3 dekade pembanguan obyek wisata kebanggaan Bali Utara itu tak pernah disentuh.
kepala Dinas pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Aksara saat dikonfirmasi Selasa (3/2/2026) di kantornya mengatakan memang ada program revitalisasi obyek wisata Lovina sebagai wujud komitmen pemkab Buleleng dalam memajukan dunia pariwisata di Bali Utara
Destinasi wisata Lovina yang terkanal hingga manca negara adalah atraksi wisata lumba lumba di perairan laut Bali. Menurutnya para wisatawan ruao harinya menyaksikan atraksi kumba lumba dengan menyewakan boat yang dipandu langsung oleh pemilik boat
Disebutkan/ revitalisasi wisata Lovina yang terpusat di pantai binaria dan pantai Kaliasem. selain itu pembanguan pos penjagaan keamanan pantai atau life guard diperketat untuk tujuan memantau para wisatawan saat menyaksikan atraksi lumba lumba
Menurutnya sudah menjadi agenda tahunan digelarnya perhelatan festival Lovina dengan tujuan mempromosikan wisata di Bali Utara selain itu akomodasi dan fasilitas hotel di kawasan wisata Lovina cukup memadai
sementara kepala Desa Kalibukbuk Ketut Suka menyambut positip atas program pemerintah dalam upaya revitalisasi obyek wisata Lovina. Menurutnya keseriusan pemkab Buleleng dalam melakukan terobosan itu adalah langkah strategis dalam memajukan dunia wisata di Lovina
Menyinggung sejarah Lovina, kata kades Suka ini tentunya tidak bisa lepas dengan sosok pujangga Anak Agung Panji Tisna. Nama Panji Tisna. Sekitar 1950-an, Anak Agung Panji Tisna, pernah melakukan perjalanan ke beberapa negara di Eropa dan Asia
Disebut kades Kalibukbuk ini Menjadikan inspirasi adalah kehidupan masyarakat di India// Dia tinggal beberapa pekan di Bombay. dan melihat Cara hidup dan kondisi penduduk di sana, serta merta mempengaruhi cara pikir dan wawasan dia ke depan untuk Bali.
Menurutnya, penggunaan kata lovina inipun pernah terjadi sampai akhirnya nama Lovina ini di pakai karena nama ini sudah terkenal di mancanegara, “Love” dan “Ina” oleh masyarakat diartikan sebagai “Love Indonesia”,
hampir seperempat abad obyek wisata Lovina, Desa Kalibukbuk/Kecamatan Buleleng ini tak pernah tersentu proyek/ denga adanya program pemerintah Buleleng untuk memajukan dunia pariwisata Buleleng pasca Covid i9 tersebut menjadi angin segar bagi pelaku pariwisata di areal Lovina dan diharapkan menjadi titik balik dunia pariwisata di Bali Utara.
guna mempertahankan ekosistim biota laut, Kades Ketut Suka yang juga ketua forkomdes kabupaten Buleleng ini terus bergandengan tangan dengan dinas pariwisata kabupaten Buleleng dan kelompok sadar wisata bahari (Pokdarwis) desa Kalibukbuk terus melakukan inovasi berupa pembuatan terumbu karang buatan di perairan obyek wisata Lovina.(Yasin)