Terapi Anak berkebutuhan khusus diavabel, Butuh Proses penyembuhan 5 Tahun

LOVINA_Balidokumenter.com

Stepping stone atau biasa dikenal rumah singgah berlokasi di Desa Kalibukbuk, Lovina, Kecamatan Buleleng adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial khususnya melayani anak berkebutuhan khusus/ diavabel atau disabilitas bagian kaki//

Stepping stone berdiri sejak tahun 2014 0leh salah seorang warga setempat/ Nyoman Suradnya karena terinspirasi melihat kondisi masyarakat dengan susah payah melakukan tindakan pengobatan medis hingga alternatif namun tak kunjung sembuh//

Uniknya/ yayasan Stepping stone sejak didirikan sudah mampu mengatasi 450 pasien yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Pengobatan diavabel atau terapi pada anak sedikitnya menghabiskan 5 tahun agar proses penyembuhan benar benar maksimal.

Selain itu pihak yayasan Stepping stone terus membangun komunikasi dengan pemkab Buleleng dan Pemprov Bali agar akses kerjasama dengan RSUD dan kampus STIKES dapat memberikan layanan medis bagi pasien dalam proses penyembuhan.

Perjalanan panjang yayasan Stepping stone membuka akses bagi masyarakat untuk melakukan terapi pengobatan putra /putri mereka Bahkan saat membuka praktek terapi beberapa rumah warga pun digunakan sebagai markas pengobatan diavabel tersebut.

Grand opening Stepping stone pada Jumat (6/2/2026) adalah wujudnya nyata perjuangaan misi sosial. Turut hadir dalam acara grand opening tersebut sejumlah pejabat Pemkab Buleleng dan salah satu anggota DPRD Buleleng, Ni Kadek Turkini dan kepala Desa Kalibukbuk, Ketut Suka.

Dalam sambutannya Kadek Turkini mengapresiasi warga masyarakat Kalibukbuk dengan misi sosial kemasyarakatan memberikan kontribusi dan motivasi kepada anak berkebutuhan diavabel.

Turkini juga berjanji tetap mengakomodasikan yayasan Stepping stone di DPRD agar tiap tahun disediakan anggaran khusus untuk yayasan Stepping

Menurut wanita berparas ayu ini, perjuangan yayasan Stepping stone adalah misi kemanusiaan yang sudah banyak memberikan kontribusi positip bagi masyarakat khususnya mereka yang mengalami kebutuhan khusus

sementara Kepala desa Kalibukbuk meminta kepada pihak yayasan agar tetap konsistensi dalam memperjuangkan hak hak hidup anak diavabel tersebut.

Menurutnya, Yayasan Stepping stone cukup terbuka menerima pasien dari daerah mana saja dan tidak memandang latar belakang mereka.

“kita tahu persis perjuangan mereka dari awal sejak berdirinya yayasan yang punya misi sosial kemasyarakatan. Mereka dengan semangat tinggi dan membuka jaringan internasional sehingga eksistensi yayasan berjalan hingga kini,” ujar kepala Desa Suka

Acara tersebut juga menghadirkan sejumlah donatur, baik dari dalam negeri hingga manca negara Oma Vina, salah satu donatur dan juga pembina yayasan Stepping stone mengapresia pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam.memdukung kegiatan misi sosial kemasyarakatan tersebut.

selain itu kata wanita asal Belanda yang cukup faseh bahasa Indonesia ini, proses penyembuhan pasien dibutukan waktu hingga 5 tahun. Bagi mereka yang datang dari daerah luar dipersilakan menginap di areal yayasan.

Selain itu menurutnya bagi pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut,kata Vina, pihaknya bekerja sama dengan rumah sakit dan dinas sosial Buleleng untuk dibuatkan akses BPJS (Yasin)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP