Konsep Ketahanan Pangan Desa Kalianget Fokus Budidaya Ayam Bertelur

SERIRIT, BALI DOKUMENTER.COM
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui surat keputusan nomor 3 tahun 2025 menetapkan tentang penggunaan dana desa untuk ketahanan pangan dalam mendukung swasembada pangan.

Kebijakan pemerintah pusat tersebut mewajibkan desa mengalokasikan minimal 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan di tahun 2025 ini

Guna mensosialisasikan program pemerintah pusat melalui surat Keputusan No 3 tahun 2025, pemerintah propinsi Bali memlaui Badan Pemberdayaan Desa Propinsi Bali beberapa waktu lalu mengundang seluruh ketua Forkomdes se Provinsi Bali agar segera menindaklanjuti surat keputusan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, semua perwakilan Ketua Forkomdes se Provinsi Bali meminta agar segera diberikan juknis terkait wajib pengaalokasian dana desa minimal 20 persen

Perwakilan ketua Forkomdes kabupaten Buleleng, Ketut Suka berpendapat bahwa ketahana pangan yang canangkan pemerintah pusat sebagai langkah positif untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia ke depan.

“Keputusan pemerintah pusat itu dengan berbagai kajian. Sebagai ujung tombak pemerintah terakhir kita wajib mengamankan keputusan tersebut. Hanya saja perlu diberikan petunjuk dan juknils selanjut,”kata Suka saat memberikan pendaoat dihadapan DPMD Provinsi Bali

Menindaklanjuti hal tersebut desa Kalianget, Kecamatan Seririt sudah mengalokasi anggaran program ketahanan pangan sesuai dengan petunjuk yakni 20 persen. Artinya pemdes Kalianget sudah menggaarkan Rp 230 juta kepada bumdes untuk menangani program ketahanan pangan dimaksud

Menanggapi hal itu, Perbekel Desa Kalianget Ketut Nanda Kusuma mengaku telah mengetahui hal tersebut melalui sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Buleleng dan Propinsi Bali

Guna memenuhi program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat pihaknya sudah menyalurkan anggaran sebesar 230 dari yang bersumber dari dana desa sebesar Rp 948 juta

Program ketahanan pangan yang disepajati bersama sesuai hasil musdes adalah ayam bertelur sebanyak 500 ekor. Menurutnya, prospek pruduksi ayam bertelur cukup menjanjikan, sebab katanya telur adalah kebutuhan yang cukup primer.

“Jadi setelah kami terima dana desa, dan Sudan dibelanjakan dengan kesepakatan awal 500 ekor. Ya syukurlah kami sudah serahkan anggaran sebesar Rp 237 juta kepada bumdes untuk mengolah ketahan pangan yang diprogramkan oleh pemerintah pusat,”ujar Perbekel Nanda Kusuma

“Desa Kalianget adalah kawasan pertanian dan lahan pertanian cukup untuk budidaya ayam bertelur Namun kita tetap menjalankan program pemerintah pusat dengan menyisakan anggaran dana desa 20 untuk ketahanan pangan,”ujar Perbekel Nanda

Pada pertengan Oktober ini pihaknya sudah menyiapkan prasarana guna mensukseskan program ketahanan pangan dengan menyasar produksi ayam bertelur.

Menurutnya, prospek pruduksi ayam bertelur saat ini cukup menjanjikan karena konsumsi telur ayam dimasyarakat cukup tinggi sehingga program ketahanan pangan yang diprogramkan pemerintah pusat itu dinilai cukup memberikan harapan bagi masyarakat di pedesaan

Lanjut Perbekel Nanda Kusimai, sebelumnya pihaknya terobsesi membuat terobosan dengan yakni beternak kambing sebelum program ketahanan pangan diprogramkan oleh pemerintah pusat. Karena menurutnya, masyarakat Desa Kalingat cukup intens dan progresif khusnya peternakan.dan manufaktur yang cukup terkenal di Bali yakni tenun kain endek

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP