Tinggalkan Pekerjaan Menghasilkan Cuan Jutaan, Hanya Mendedikasikan Diri di Desa

BANJAR, Balidokumenter.com

Tinggalkan pekerjaan bertaraf nasional dengan penghasilan puluhan juta perbulan adalah sebuah keputusan berisiko dan tantangan, Arya Bangbang Wisnu Wardana salah satu pegawai terbaik Badan Atom Nasional (BAN) Cabang Denpasar relah mengundurkan diri dan memilih mengabdi di desa kendatipun sebagai tim pengawas LPD Desa Adat Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali.

Menurut Wisnu Wardana, Keputusan meninggalkan pekerjaan yang menghasilkan cuan belasan juta perbulan itu adalah selain faktor berisiko terutama kesehatan di masa tua juga pertimbangan mengabdikan diri ke desa.

setelah dipercayakan sebagai tim pengawas selama 7 tahun sejak 2001, Wisnu Wardana diberikan amanah sebagai Pemucuk LPD Desa Adat Banjar hingga kini.

Maklum saja LPD Desa adat Banjar sebelumnya sempat mengalami masa sulit namun perlahan Ia dan timnya membangun kepercayaan yang diberikan Krama adat Banjar sehingga mengalami pertumbuhan cukup signifikan.

Disebutkan, ketika ia masih aktif salah satu perusahaan ternama yang pengalaman yang tidak bisa dilupakan adalah ketika membangun terowongan pipa gas yang menghubungkan kota Surabaya dan Malang dengan jarak tempuh ratusan kilometer tersebut adalah sebuah tantangan yang cukup besar.

Sebeb menurut yang rama senyum ini pekerjaan tersebut selain membutuhkan keahlian dan skil yang mumpuni serta keberanian dalam mengambil sebuah keputusan

ketika ditanya kenapa memilih mundur dari pekerjaan yang menghasilkan cuan puluhan juta dengan fasilitas lengkap? Lagi lagi Arya Wardana tetap konsisten bahwa segala energi dan sedikasihnya untuk mengabdi di desa.

Dalam perjalannya LPD desa adat Banjar sempat mengalami pasang surut selain dikarenakan kebijakan desa adat juga management. Namun sejak Arya Wardana diberikan kepercayaan hampir 2 dekadi, LPD Desa adat Banjar mengalami peningkatan cukup signifikan dan mampu memberikan kontribusi positip bagi Desa Adat Banjar

“pekerjaan apa pun pasti punya resiko dan tantangan. Namun yang terpenting adalah mengikuti pola dan sistim sehingga kepercayaan kepada masyarakat menjadi modal utama bagi berkarya,” tandas Wardana

Sementara ketua BKS LPD Kabupaten Buleleng, Made Nyiri Yasa, S.Sos, M.MA berpendapat lembaga LPD yang tersebar di seluruh Bali adalah lembagai keuangan milik desa adat yang memiliki kewenangan penuh pada desa adat.

Lembaga yang lahir dari rahim desa adat merupakan tonggak sejarah panjang yang diinsiasi oleh mantan Gubernur Bali Ida Bagus Mantra dengan tujuannya adalah memperkuat desa adat di Bali

“kita tetap suport dan motivasi kepada rekan rekan seperjuangan LPD di Kabupaten Buleleng agar tetap membangun kepercayaan kepada masyarakat,” ujarnya ( YASIN)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP