BULELENG, Balidokumenter.com
Musibah menimpa seorang nelayan asal Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Kadek Sujana (50) meninggal dunia setelah tenggelam saat perjalanan pulang melaut di kawasan Pantai Tanjung Karang, Selasa (30/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berangkat melaut bersama dua rekannya, Ketut Suparsana dan Wayan Sudiasta, untuk mencari ikan dengan cara menjaring dan memancing.
Sekitar pukul 10.00 WITA, usai selesai melaut, ketiganya kembali menuju daratan menggunakan sebuah sampan.
Saat perjalanan pulang dan posisi sampan sudah tidak jauh dari rumah korban, Kadek Sujana menyampaikan kepada kedua rekannya bahwa dirinya ingin mandi di laut.
Namun nahas, beberapa saat setelah turun ke laut, korban diduga mendadak kehabisan tenaga. Kedua rekannya berusaha memberikan pertolongan, tetapi tidak berhasil menyelamatkan korban. Mereka kemudian berteriak meminta bantuan kepada nelayan lain yang berada di sekitar lokasi.
Sejumlah nelayan yang mendengar teriakan tersebut segera mendatangi lokasi dan membantu mengevakuasi korban. Saat berhasil diangkat ke atas, kondisi Kadek Sujana sudah tidak sadarkan diri.
Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Gerokgak I untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, Kadek Sujana dinyatakan telah meninggal dunia.
Berdasarkan hasil musyawarah keluarga, almarhum akan diupacarai melalui prosesi ngaben pada Minggu, 5 Juli 2026.
Kepergian Kadek Sujana meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Ia meninggalkan seorang istri, tiga anak perempuan yang masing-masing berusia 15 tahun, 8 tahun, dan 3 tahun, serta kedua orang tuanya yang telah lanjut usia dan dalam kondisi sakit-sakitan.
Kondisi ekonomi keluarga almarhum juga memprihatinkan. Selama ini mereka tinggal di sebuah gubuk sederhana di kawasan GG/Timbul yang berdinding kertas bekas pakan udang dan bambu. Sebagian bangunan telah rusak dan jebol sehingga dinilai sudah tidak layak huni.
Peristiwa ini menjadi duka bagi masyarakat pesisir Desa Patas sekaligus menggugah kepedulian berbagai pihak untuk membantu keluarga yang ditinggalkan, mengingat mereka kini kehilangan tulang punggung keluarga dan masih harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini.(Rai)