Diduga Terima uang Dari Mafia Dog lovers, Kepala Dusun Poh Gading usir Penyelamat Anjing Jalanan dari Kost

DENPASAR, Balidokumenter.com Ancaman pengusiran yang dilakukan oleh kepala Dusun Poh Gading Desa Ubung Kaja Kadek Loli Terhadap salah seorang penyelamat anjing jalanan, Nengah Suarni sarat dengan kepentingan. Bahkan diduga pengusiran tersebut di lakukan oleh kepala Dusun Kadek Loli karena campur tangan Mafia Donasi dog lovers, lebih parahnya, kepala Dusun tersebut bertindak karena diduga telah menerima sejumlah uang dari Mafia dog lovers.


“Siapa bilang saya Terima uang, tunjukkan orangnya, jangan meng ada ada, ” ujarnya membela diri.
Begitu juga pengusiran terhadap Nengah Suarni penyelamat anjing jalanan tidak berdasarkan laporan masyarakat,melainkan berdasarkan berita di media gatra dewata. Sementara oknum wartawan gatra dewata yang menulis berita tersebut sudah bertemu dengan Nengah Suarni, ia pun mengaku salah dan meminta maaf. Serta bersedia membuat berita klarifikasi dari Nengah Suarni di media gatra dewata. Namun sampai berita ini ditayangkan, gatra belum membuat berita klarifikasi dari Nengah Suarni.


Beredarnya foto pertemuan kepala Dusun dengan oknum awak media gatra dewata, Kepala Dusun Kadek Loli membantahnya, pertemuan itu bukan soal laporan penampungan anjing, apalagi soal bagi bagi uang dari Mafia dog lovers. “Begini pak ya, beredar nya foto itu saat wartawan klarifikasi bukan melapor adanya selter anjing, tapi mau konfirmasi lanjutan atas laporan masyarakat, ” Tambahnya.

Sementara ketika didesaak siapa pelapornya, kepala Dusun tersebut tidak bersedia bahkan terkesan menutupi identitas siapa pelapor nya. Kepala Dusun terkesan mengalihkan pembicaraan terhadap fitnah diri nya. Kalau ia menerima uang dari Mafia dog lovers.


Sedangkan menurut Nengah Suarni, seorang penyelamat anjing jalanan ketika dikonfirmasi menyangkal apa yang disampaikan oleh kepala Dusun tersebut.
Menurut keterangan kepala Dusun tersebut, Nengah Suarni menempati kos itu sejak tahun 2003 namun ia pindah ke tempat lain, dan diusir oleh warga, akhir balik lagi ketempat sekarang.


“Itu fitnah, saya tidak pernah pindah dari tempat ini sejak pertama kali kost mulai tahun 2023,” Bantah Nengah
Aksi saling klain antara kepala Dusun dan penyelamat anjing, berujung pemanggilan terhadap Nengah Suarni ke kantor Desa setempat. Namun pemanggilan yang sisertai ancaman tersebut tidak berupa surat panggilan, melainkan melaui pesan singkat di whatsapp.

“Saya tidak dipanggil, karena sampai saat ini saya tidak Terima surat pemanggilan. Tapi kalau di suruh melalui pesan whatsapp, ” Ujar Nengah Suarni membenarkan.

Editor: Emha Dien Syamsuddin

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP