NEGARA_Balidokumenter.com Peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember kembali disambut dengan berbagai kegiatan edukatif di Kabupaten Jembrana. Momentum kesehatan global ini diperingati untuk mengajak masyarakat di seluruh dunia bersatu melawan HIV, mendukung orang dengan HIV (ODHIV), sekaligus mengenang mereka yang gugur akibat penyakit terkait HIV.
Tahun ini, tema nasional mengusung “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV.” Tema tersebut menegaskan pentingnya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal, terlebih setelah berbagai tantangan yang muncul dalam beberapa tahun terakhir. Keberlanjutan layanan menjadi kunci bagi ODHIV yang membutuhkan dukungan dan pengobatan rutin.
Di Jembrana, rangkaian peringatan dilaksanakan pada Ahad (30/11) dengan Aksi Simpatik di kawasan car free day dan Simpang Adipura Jalan Ngurah Rai. Kegiatan tersebut meliputi edukasi publik serta pembagian leaflet terkait HIV. Selain itu, skrining penyakit menular dan tidak menular serta aksi donor darah dipusatkan di Areal Gedung Kesenian Ir. Soekarno.
Berdasarkan data terbaru, Jembrana berada di posisi keenam kasus HIV terbanyak di Bali, setelah Denpasar, Badung, Gianyar, Buleleng, dan Tabanan. Dalam tiga tahun terakhir, penemuan kasus baru di Jembrana tercatat rata-rata mencapai 80 kasus per tahun.
Peringatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang HIV, mulai dari pola penularan hingga upaya pencegahannya. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV, serta memastikan setiap warga memiliki akses yang merata terhadap layanan tes, pengobatan, dan perawatan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, menegaskan bahwa langkah kecil masyarakat sangat berarti dalam upaya pencegahan.
“Kita belajar kebenaran, berbicara dengan baik, saling mendukung, dan menyampaikan informasi yang tepat. Mari berkomitmen menjauhi perilaku berisiko, menegakkan pengetahuan, dan menumbuhkan empati tanpa stigma kepada ODHIV,” ujarnya.
Peringatan ini ditandai dengan penyematan pita merah kepada para peserta Aksi Simpatik sebelum turun ke lapangan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.
Aksi Simpatik tersebut diikuti berbagai komponen, di antaranya Jegeg Bagus Jembrana 2025, Genre, Klinik Pratama Polres Jembrana, PKBI Jembrana, pelajar dari sejumlah SMA/SMK dan SMP, mahasiswa Universitas Triatma Mulya Negara, Politeknik Kelautan Negeri Negara, Pramuka Jembrana, serta Puskesmas 1 Jembrana yang melakukan skrining kesehatan. PMI Jembrana juga turut ambil bagian melalui kegiatan donor darah.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Jembrana menegaskan komitmennya dalam upaya pengendalian HIV, sekaligus membangun solidaritas yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat.(asa)