SERIRIT, Bali Dokumenter.com
setelah resmi menjabat Klian desa Adat Seririt untuk ke empat kalinya, Ketut Sukarnapura dan sejumlah penjuru desa adatnya mulai mematok kinerja desa adat khusunya penanganan sampah dan tuntaskan pembangunan infrastruktur berupa akses jalan menujuh pura segara.
Demikian ditegaskan Klian desa adat Seririt, Ketut Sukarnapura ketika dilantik sebagai Klian desa adat untuk ke empat kalinya. Bertempat di wantilan desa adat Seririt, Rabu (5/11) upacara pengukuhan dihadiri langsung oleh sekretaris Bendesa adat Buleleng, Made Wetra dan lurah Seririt, Gusti Putu Sugiroyama berjalan dengan tertib.
usai penandatangan dokumen, Klian desa adat Seririt, Ketut Sukarnapura mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat adat Seririt yang masih memberikan kepercayaan dalam dedikasih kepada masyaray adat Seririt.
Menurut pria yang rama senyum ini, dinamika kehidupan masyarakat di Seririt cukup heterogen dan dinamis. Untuk itu kata Sukarnapura, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat dengan pendekatan humanis serta terus membangun komunikasi sehingga segala persoalan dapat diatasi.
” sampah hampir seluruh dunia punya persoalan yang sama. Bagaimana stargeribya untuk menangani dan meminimalisir prokusi sampah yang berlebihan. Bagaimana kita punya konsep mengelolah dan menangani sampah secara mandiri dan menghasilkan sampah organik,”ujar Sukarnapura
Dikatakan, ada 2 hal yang cukup urgen harus dituntaskan pada tahun 2026 nanti. Yakni penangan sampah dan tuntaskan akses jalan menujuh pura segara yang luasnya mencapai 1 km.
Selain itu kata dia lagi, pihaknya terus mengedukasi dan kaderisasi kepada generasi muda untuk dijadikan leadir atau pemimpin masa depan.
hal senada juga diungkapkan, salah satu masyarakat adat Seririt, gede Suartadana, sosok Klian desa adat yang cukup ideal dan humoris mampu membangun perubahan khussnya tatanan masyarakat adat di seputar Seririt (Yasin)