BULELENG, Bali Dokumenter.com
DPP Forum Gerakan Adat Se-nusantara Indonesia mulai membangun silaturahim dengan pengurus DPD dan DPC di Buleleng..Turut hadir Wayan Kenta Adanya mewakili Sekjed DPP Forgas, yang difampingi Ketua DPD Bali Forgas, Dr.Drs Kadek Arya Bagiastra,SE,SH,MH, MM, MBA mengadakan kunjungan ke sektariat, DPC yang berpusat di Desa Kayu Putih, Kecamatan Banjar, Buleleng Bali pada Ahad (16/11/2025)
kunjungan perdana DPP Forgas ke Buleleng adalah salah satu bentuk membangun komunikasi tentang kehidupan masyarakat sehari-hari yang berkaitan dengan adat istiadat Bali.
Kehadiran LSM Forgas adalah mengingat ada kelompok masyarakat di Bali terindikasi mengikut i aliran samoradaya yang dinilai tidak sesuai dengan ajaran Hindu Bali dan menyimpan dari adat istiadat Hindu di Bali.
“kehadiran kami di Buleleng ini sebagai ajang silaturahim dan dan menyerap aspirasi dari DPC agar menjadi bahan rujukan dan refleksi kita bersama dalam menjalankan misi sosial dengan pendekatan kultural Bali,”ujar Dr Kadek Bahastra
Dijelaskan, masyarakat adat Bali sangat fleksibel dan dinamis dalam menerima budaya lain. Namun yang terpenting adalah bagaimana menerima budaya yang berbeda dan tidak disaring maksimal dan sangat bertentangan dengan ajaran dan budaya Hindu.
Aliran samoradaya, kata dia Ferogas bisa memberikan pemahaman dan pencerahan kepada masyarakat deresta Bali. “Kita tidak pungkiri lagi aliran luar sudah masuk dan mencengkram keberadaan adat Bali wajib hukumnya kita halau aliran yang bertentangan dengan adat Bali,”tandasnya
Hingga beberapa asram yang dijadikan tempat praktek aliran saat ini sudah ditutup namun regulasi dan kesepakatan bersama seperti majlis adat belum dicabut. “Aliran yang dianggap sesat ini kita perlu memberikan edukasi dan pemahaman kepada mereka yang sudah mengikuti agar kembali pada ajaran Hindu Bali,”ujarnya
semenatra ketua DPC Forgas Buleleng, Nyoman Armaja, S.Pd.M.Pd. pihaknya mengapresiasi kunjungan DPP Forgas pusat ke Buleleng. Tujuannya adalah menyamakan persepsi dan pandangan tentang sebuah organisasi mulai dari tingkat Pusat hingga ke kabupaten.
Menurutnya, ada satu aliran yang samradaya sebelumnya pihaknya cukup menentang keras kehadiran aliran yang bersumber dari India itu sangat bertentangan dengan adat Bali.
selama ini kata mantan kepala SMPN 1 Seririt ini adalah Forgas paling depan menyuarakan pembubaran ormas yang sangat bertentangan dengan ajaran dan adat istiadat Bali.
“tujuan kami adalah menyadarkan masyarakat yang sudah terpapar agar kembali pada ajaran Hindu Bali. Kita tetap memberikan nilai dan edukasi kepada masyarakat Bali agar selalu waspada pada aliran samprada yang bertentangan denga ajaran dan adat Hindu Bali,”tandas Armaja