BULELENG_Balidokumenter.com
Di usianya ke-35 tahun LPD Desa adat Depeha tumbuh dengan pesat dan sehat. Selain mampu menjembatani permodalan dan kebutuhan warga adat setempat, LPD yang berdiri sejak 1990 dengan modal awal Rp2 juta ini juga memberi kontribusi miliaran rupiah bagi pengembangan desa adat Depeha dan SDM warga adat.
“Modal awalnya hanya Rp2 juta, dan jelang beberapa tahun ditambah lagi menjadi 14 juta, kini LPD asetnya tumbuh berkisar Rp 40 miliar ,” ujar Pemuncuk LPD Desa Adat Depeha, Gede Supardi Jumat (28/11/2025) di saat peresmian kantor LPD Desa adat Depeha
Keberhasilan ini tambah Supardi berkat kekompakan seluruh jajaran pengurus serta kepercayaan masyarakat yang begitu besar terhadap lembaga keuangan desa adatnya.
Supardi menambahkan pengembangan LPD Depeha memang cukup panjang dan melalui perjuangan yang tidak ringan. Sebab persaingan dengan lembaga keuangan lain juga cukup ketat.
Acara peresmian diawali dengan laporan dari Ketua Panitia Pembangunan LPD Desa Adat Depeha. Dalam laporannya, Ketua Panitia merincikan bahwa seluruh dana pembangunan kantor baru berhasil direalisasikan, menghabiskan total anggaran sebesar Rp 1,82 Miliar. Pembangunan kantor baru ini diharapkan dapat menunjang pelayanan yang lebih profesional bagi seluruh krama (masyarakat) adat.
Sambutan dilanjutkan oleh Ketua LPD Desa Adat Depeha yang menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan, serta berkomitmen untuk meningkatkan kinerja LPD sebagai motor penggerak ekonomi desa
Kantor LPD diresmikan oleh, Camat Kubutambahan I Nyoman Arya Lanang Subahagia Putra, yang mewakili Bupati Buleleng, menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja dan kontribusi LPD Depeha dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa adat.
“Kantor baru ini bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan simbol dari komitmen LPD Desa Adat Depeha untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan optimal kepada krama (masyarakat) adat,” ujar Camat Arya Lanang.
Camat Kubutambahan juga menyampaikan pesan, agar seluruh pengurus LPD senantiasa menjaga soliditas, integritas, dan transparansi dalam pengelolaan dana. LPD didorong untuk terus menjadi mitra terpercaya masyarakat dalam menyimpan dan meminjam dana, serta berperan aktif dalam pembangunan ekonomi lokal.
turut hadir ketua BKS Kabupaten Buleleng, Made Nyiri Yasa, S.Sos.M.MA. ia berpesan
dengan fasilitas kantor yang baru dan lebih memadai, diharapkan LPD Desa Adat Depeha dapat meningkatkan jangkauan layanan, serta memperkuat perannya sebagai benteng ekonomi desa adat, sesuai dengan prinsip-prinsip adat dan kearifan lokal.
“ berbagai program pengembangan yang diluncurkan LPD Depeha bisa diterima dan didukung krama adat sehingga perjalanan LPD bisa seperti sekarang ini,” tambah jebolan Unipas Singaraja ini
Nyiri Yasa menambahkan mengelola lembaga keuangan selain memerlukan modal, dukungan krama adat juga tak kalah penting adalah kesungguhan dan keikhlasan dalam bekerja. Apalagi LPD ketika berdiri modalnya masih kecil.
Namun dengan semangat kerja keras, ketulusan dan sudah tentu mengikuti aturan yang ada, LPD terus bertumbuh. “Kuncinya adalah
tulus, lurus, dan serius. Tulus itu keikhlasan ngayah untuk membangun desa (adat), lurus yakni sikap taat pada aturan dan rambu-rambu di LPD dan di desa adat, serta serius adalah kesungguhan bekerja untuk memajukan LPD dan Desa Adat ,” kata Ketua BKS LPD Kabupaten Buleleng ini