SINGARAJA_Balidokumenter.com
Hampir setengah abad, kemitraan LPD dan PT BPD Bali Sebagai lembaga keuangan terus memberikan kontribusi positip dalam pembangunan di pulau Dewata LPD yang berbasis desa adat mempunyai kekuatan ikatan dengan nasabahnya secara kultural. adat Bali sedangkan PT Bank BPD Bali sebagai lembaga keuangan konvensional terus membangun komitmen dan kerjasama saling melengkapi
Menjelang akhir tahun 2025, Badan Kerjasama (BKS) LPD dan PT Bank BPD Bali Cabang Singaraja menggelar diskusi atau Focus Group Discossin (FGD)dengan menghadirkan 83 pemucuk LPD yang tersebar di 5 kecamatan di Kabupaten Buleleng seperti kecamatan Tejakuka, Kubutambahan,Sawan,Sukasada dan Buleleng.
Acara FGD berlangsung di sebuah resto di kawasan Pantai Penarukan, Singaraja pada Rabu (9/12/2025) dengan menghadirkan 2 narasumber, Ketua BKS LPD Singaraja, Made Nyiri Yasa, S.Sos.MMA dan kepala Bank BPD Bali Cabang Singaraja, I Komang Sandhyana Kartika SE MM
Dalam paparannya, kepala PT BPD Bali Cabang Singaraja, I Komang Sandhyana Kartika SE MM, pihaknya terus membangun kemitraan dengan LPD sebagai lembaga keuangan berbasis desa adat dan lokomotif perekonomian desa.
“perkembangan teknologi dan informasi adalah tuntutan zaman yang harus kita sepakati bersama. Dan LPD sudah terus menunjukkan profesionalme dan kemampuan dalam menagemet berbasis keuangan
Disebutkan, harus diakui, dua lembaga keuangan yang menopang perekonomian Bali ini tidak kehilangan sumber dana sebagai dampak percepatan ekspansi teknologi digital di sektor keuangan.
Menurutnya, salah satu contoh adalah Program percepatan implementasi e-Link LPD Virtual Account (VA) dan QRIS-LPD yang telah menggunakan layanan transaksi mobile m-Pise.
LPD se-Bali dan Bank BPD Bali siap menjaga pilar perekonomian masyarakat adat di Pulau Dewata dengan memperkuat kepercayaan nasabah dan memberikan pelayanan terbaik bagi krama adat, dengan digitalisasi.
Seiring perkembangan zaman, LPD menghadapi tantangan sekaligus peluang melalui inovasi teknologi. Kolaborasi dengan PT Bank BPD Bali, PT USSI Dewata, dan menghasilkan layanan modern seperti Core Banking, LPD Mobile, QRIS, dan ATM. Layanan ini kini tersedia hampir di seluruh kabupaten/kota di Bali.
“Silaturahim akhir tahun 2025 antara Bank BPD Bali cabang Singaraja dan seluruh Pemuncuk LPD yang terdapat di 5 kecamatan itu tetap membangun kemitraan yang bersinergi,” tandasnya
Sementara Ketua BKS-LPD Kabupaten Buleleng, Made Nyiri Yasa, S.Sos, MMA juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, tokoh masyarakat, dan mitra kerja, terutama Bank BPD Bali, atas dukungan yang telah diberikan selama 41 tahun terakhir. Dukungan ini dianggap penting dalam membangun pondasi kokoh bagi keberlanjutan LPD di masa depan.
Pemuncuk LPD Desa Adat Ambengan ini menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara Bank BPD dan LPD, “Hubungan baik ini harus tetap terjalin, mengingat peran Bank BPD di masa awal berdirinya LPD sangat besar,” ujarnya.
Menginjak usia 41 tahun, LPD Bali berkomitmen untuk terus menjadi mercusuar ekonomi masyarakat adat Bali. Dengan semangat kolaborasi dan filosofi LPD siap melangkah maju tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. momen refleksi sekaligus ajang silaturahim untuk memperkuat peran LPD dalam mewujudkan kesejahteraan krama adat
Kembali disebutkan mantan dosen luar Unipas Singaraja ini Layanan jemput bola ini adalah salah satu layanan BPD memberikan akses kemudahan bagi LPD saat mengambil tabungan maupun menabung.
“”FGD adalah ajang silaturahim antara BKS LPD dan Bank BPD Bali Cabang Singaraja menjelang akhir tahun. Kita terus mengevaluasi dan dorongan kepada masyarakat agar kemitraan dua lembaga keuangan di Bali ini menjadi pilar ekonomi masyarakat Bali,”tutut pria yang sudah 37 tahun mengabdi di LPD Desa Adat Ambengan ini (Yasin)