SERIRIT_Balidokumenter.com
Air adalah kebutuhan sangat vital bagi kelangsungan makhluk hidup. Krisis air bersih bertahun tahun dan tak kunjung diselesaikan lantaran minimnya sarana dan prasarana untuk mendapatkan air bersih. Bahkan sejumlah warga di salah satu dusun di Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Buleleng acapkali membeli air
Menyikapi kondisi krisis air bersih tersebut salah satu warga Desa Kalianget, Ketut Sumerta rela menghibahkan tanah milik keluarganya diperuntukan membangun bak penampungan air yang memperoleh air bersih yang selama ini sulit didapatkan.
Perbekel Desa Kalianget, Ketut Nanda Kusuma ketika dikonfirmasi (1/1/2026) melalui ponsel WhatsApp membenarkan bahwa salah satu keluarga menghibahkan tanah miliknya untuk dijadikan bak penampungan air.
kata Perbekel Nanda, melalui pendekatan humanis dan komunikatif, salah satu keluarga dengan ikhlas menghibahkan tanah Seluas 200 meter atau selaus 2 are untuk kepentingan publik.
Disebutkan, 2 lokasi tanah yang dihibahkan oleh warga itu, 1 lokasi digunakan membangun penampungan air bersih sedangkan lagi satu untuk menyimpan mesin pemboran air
“Ya syukurlah kami mendapatkan program bantuan Pamsimas yang nilainya Rp 1 milyar untuk membangun bak penampungan air bersih pada tahun 2024 lalu untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami ratusan kepala Keluarga (KK). Dengan adanya program air bersih tersebut krisis air bersih sudah diatasi,”ujar Perbekel Nanda
Bagaimana pengelolaan air bersih yang mampu mensuplai kebutuhan air bersih kepada ratusan KK yang selama ini krisis air bersih? Perbekel Nanda menjelaskan, untuk pengelolaan air bersih pihaknya melimpahkan kepada bumdes untuk mengelolah dengan relatif lebih murah. Karena selain memberikan kontribusi bagi PAD desa, juga memberikan jawaban kepada masyarakat bahwa krisis air bersih puluhan tahun sudah diatasi.
kembali dijelaskan Perbekel Nanda, untuk menghargai jasa bagi keluarga yang sudah menghibahkan tanahnya untuk Pemerintah desa Kalianget, pihaknya menggratiskan air minum bagi satu keluarga. Selain itu salah satu keluarga juga ikut mengelolah air bersih
Nyoman Dana, salah satu warga mengapresiasi perjuangan perbekel Nanda dalam menuntaskan krisis air bersih yang selama puluhan tahun cukup kesulitan mendapatkan air bersih.(Yasin)