SERIRIT, Balidokumenter.com
Dibangunnya akses jembatan yang lebih representatif sangat melegakan warga. Pasalnya jembatan gantung yang selama digunakan sangat memprihatinkan dan berpotensi membahayakan siswa dan warga yang melewatinya. Jembatan penghubung dua desa yakni Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, berfungsi sangat vital terutama untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan.
Setelah cukup lama tidak ada kepastian perbaikan, Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana menggagas untuk memperbaikinya. Acara peletakan batu pertama (groundbreaking) dilaksanakan di Desa Lokapaksa, dipimpin langsung Kepala Staf Kodam IX/Udayana, Brigjen TNI Taufiq Hanafi, didampingi Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Ahcmad Setiawan Syah, S.Pd, pada Senin (30/3/2026).
Peletakan batu pertama itu merupakan bagian dari kegiatan yang sama secara serentak di 25 titik yang tersebar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Hadirnya Jembatan Garuda ini diharapkan mampu memutus kendala aksesibilitas di wilayah pedesaan dan meningkatkan kualitas hidup serta keamanan transportasi masyarakat di wilayah teritorial Kodam IX/Udayana.
Brigjen TNI Taufiq Hanafi menjelaskan pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program percepatan infrastruktur untuk membantu mobilitas masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kondisi jembatannya sudah memprihatinkan.
“Hari ini untuk wilayah Kodam IX/Udayana, kita melaksanakan groundbreaking di 25 titik. Untuk wilayah Korem 163 (Bali) ada tiga titik, wilayah Korem 161 (NTT) ada 13 titik, dan wilayah Korem 162 (NTB) ada 9 titik,” ujar Brigjen TNI Taufiq Hanafi.
Menurut Taufiq Hanafi, pembangunan jembatan di Desa Lokapaksa menjadi prioritas mengingat kondisi infrastruktur penyeberangan yang lama sudah tidak layak pakai dan membahayakan keselamatan warga.
“Bisa kita lihat bersama, kondisi jembatan yang ada saat ini sudah sangat tidak layak dan membahayakan, terutama bagi anak-anak kecil yang lewat. Tujuan kita adalah agar titik-titik ini memiliki jembatan yang layak dan bagus, sehingga akses untuk anak sekolah bisa lebih baik dan keselamatan mereka terjamin,” tambahnya.
Program Jembatan Garuda ini juga ditegaskan sebagai bentuk implementasi dari program Pemerintah Pusat di bawah arahan Presiden RI terkait penguatan infrastruktur jembatan di pelosok daerah. Mengenai target pengerjaan, TNI optimis proyek ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
“Rencananya akan digarap dalam waktu 30 hari, khusus untuk yang di sini. Intinya, bagaimana jembatan ini bisa segera selesai dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungka Kasdam.
Sementara itu, salah satu siswa bernama Kadek Risna Apriliani siswa SMPN 4 Lokapaksa mengaku lega karena jembatan yang lebih representatif akan dibangun. Ia mengaku setiap hari berangkat dari rumahnya di Desa Ringdikit dengan perasaan was-was dengan kondisi jembatan yang ia lewati selama ini cukup memprihatinkan.
“Saya senang akhirnya jembatan yang lebih bagus akan dibangun. Paling tidak saya dan warga yang lain lebih tenang bisa melewatinya tanpa takut terperosok,”
Sementara Perbekel Desa Ringdikit, Made Sumadi menyambut positip kegiatan pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan dua desa tetangga, yakni Desa Lokapaksa dan Ringdikit yang selama ini hanya melintasi jembatan dengan berhati hati.
Sebab menurut perbekel Sumadi ada fasilitas sekolah SD 5 Ringdikit yang sebagain besar siswanya dari Desa Lokapaksa. Selain itu ada siswa SMP dan SMK yang berlokasi di Lokaoaksa.
.”ya ada warga kami yang sekolah di Lokaoaksa tersebut bisa melintasi Jembatan yang rencananya kendaraan roda 2 bisa melintasi jembatan Garuda nanti,” ujar Perbekel yang rama senyum ini
Untuk mempermuda akses jalan, kata perbekel ada warga sudah menghibahkan tanah miliknya untuk kepentingan publik. “Tujuan ke depan adalah membangun ekonomi kerakyatan lintas desa. Selain itu mempermudah warga khusunya para siswa untuk melintasi jembatan Garuda tersebut,’ kilah Perbekel Sumadi
editor : ZAINUDDIN YASIN