GEROKGAK, Balidokumenter.com
Gebrakan pemerintah Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng patut diapresiasi. Berapa tidak program pembangunan sebagian besar desa di tahun 2026 nyaris tidak berjalan optimal. Lantaran anggaran Dana Desa dipangkas oleh pemerintah pusat sebesar 64 persen dengan dalih membangun gerai Koperasi Merah Putih (KMP)
Guna mengoptimalkan program pembangunan, Pemerintah Desa (Pemdes) Sanggalangit memanfaatkan dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) untuk pembangunan jalan seluas 1 km
Dana silpa tersebut di alokasikan untuk pembangunan jalan rabat beton berukuran panjang 1000 m2 x lebar 2 meter pembangunan jalan berupa rabat beton tersebut menghabiskan dana Rp 300 juta dari hasil SILPA 2025 lalu.
“semoga saja dengan ada nya jalan yang kita bangun ini mampu memacu dan juga mendongkrak semangat para warga dalam memajukan pembangunan di desa, kata perbekel Desa Sanggalangit, Nyoman Sudika kepada Balidokumenter. Kamis (4/6/2026) di kantornya
Masyarakat mengaku senang dengan perhatian pemdes setempat terhadap pembangunan pembangunan yang bisa lebih mempermudah masyarakat melakukan kegiatan
Perbekel yang rama senyum ini menyampaikan rasa syukur atas kelancaran jalannya proses pembangunan ini. Ia menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur jalan selalu menjadi prioritas utama pemerintah desa demi memberikan kenyamanan bagi warga dalam beraktivitas.
“Kami berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan setiap anggaran yang masuk ke desa, baik dari Dana Desa maupun SILPA, demi kesejahteraan masyarakat. Perbaikan merupakan kelanjutan dari program prioritas kita setelah sebelumnya menyelesaikan, ujarnya
Perbekel Sudika juga menambahkan bahwa pelaksanaan pembangunan ini sepenuhnya melibatkan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa dan masyarakat setempat dengan sistem padat karya. Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak positif
Lebih lanjut, Perbekel yang eks sekdes Desa Sanggalangit ini mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang sudah mulus dicor tersebut. Menurutnya, ketahanan infrastruktur desa sangat bergantung pada kepedulian warga dalam menggunakannya secara bijak.
sementara salah satu warga Putu Astawa mengapresiasi kinerja perbekel Sanggalangit karena kondisi keuangan desa yang dipangkas pemerintah pusat sebesar 64 persen. Tentu sangat berpengaruh pada program priorita desa. Namun pola penghematan dan efisiensi anggaran sehingga pihak pemerintah desa bisa mengerjakan rabat beton nilai 300 juta dengan kuas 1 kilo meter.
“langkah yang positif karena ditengah situasi terutama ditahun 2026 hampir semua desa menjalankan program sebagai sebelumnya. Dikarenakan anggaran sudah dipangkas pemerintah pusat,”ujar Astawa
Warga sekitar menyambut antusias proyek pengecoran ini. Pasalnya, kondisi jalan yang sebelumnya kurang nyaman kini berubah menjadi kokoh dan mulus, sehingga memperlancar akses anak-anak menuju sekolah, aktivitas keagamaan, serta mobilitas kepentingan warga lainnya.(Yasin)
Editor : ZAINUDDIN YASIN