Tokoh Srikandi Asal Buleleng Dr. Dra Ni Made Cantiari, MS menolak wacana Bali dijadikan pusat keuangan dunia


JAKARTA, Balidokumenter.com Pemerintah menyiapkan Bali sebagai lokasi Indonesia International Financial Center. Namun, pusat keuangan bertaraf internasional itu diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun sebelum beroperasi penuh.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan Jakarta akan digunakan sebagai lokasi sementara selama masa persiapan.

“Rencananya akan dibuat di Bali. Tetapi perlu persiapan selama dua atau tiga tahun sampai menjadi financial center bertaraf internasional,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta akhir Juli lalu

Menurut Rosan, Presiden Prabowo Subianto meminta rencana tersebut segera ditindaklanjuti setelah undang-undangnya mendapat persetujuan DPR.

Selama masa transisi, pemerintah akan lebih dulu menyiapkan pusat keuangan tersebut di Jakarta. Pengembangan kemudian dilanjutkan di Bali.

Rosan mengatakan tahap persiapan mencakup penunjukan gubernur atau pemimpin pusat keuangan, pengelola kawasan, serta pembentukan perangkat yang diperlukan agar lembaga itu dapat berjalan.

Rencana pemerintah pusat tersebut kini menuia pro kontra. Salah satunya adalah datang dari salah satu tokoh Srikandi asal Buleleng Dr. Dra Ni Made Cantiari, MS Tokoh Perempuan Bali menolak wacana Bali dijadikan pusat keuangan dunia.

Menurutnya, Masyarakat Bali memang perlu ada peningkatan ekonomi menuju rakyat sejahtera tapi jika Bali dijadikan Pusat Keuangan Dunia dirinya tidak sepakat karena Bali sdh memiliki pusat keuangan di BI Bank Indonesia

Dr Made Cantiari yg menjabat ketua korps Menwa Ugracena ketua 1 PPM pemuda panca marga prop Bali ketua 1 FBN Forum Bela Negara Prop Bali pernah bertugas di th 1985 di wil Timor Timur trauma drngan lepas nya TimTim dari NKRI. Kepada Bali dokumenter.com ketika dikonfirmasi melalui sambungan ponselnya (WhatsApp) Ahad (2/8/2026) mengatakan, sangat tidak setujuh dengan adanya wacana Bali dijadikan suatu keuangan dunia.

Dr Made Cantiari juga mantan camat Buleleng yang pernah menyandang Pemuda Pelopor tingkat Nasional dengan berbagai pertimbangan bahwa khawatir tanah di beli kuasai dunia lalu kemana nyame Bali dan tradisi adat budaya pasti punah kenapa Masyarakat menjadi penonton di tanah sendiri? Dr Cantiari mengambil contoh seperti salah satu negara di timur tengah yaitu Dubai yang dikuasai negara asing karena terlalu membuka peluang

Dr Made Cantiari saat di usia 27 th pernah menjadi ketua komisi D dan ketua DPRD sementara Buleleng pada 2 periode Dr Made Cantiari sangat peduli dg wajib bela negara guna menjaga bali dari th 2004 sampai skg MOU dg korps menwa Ugracena dg PPM dan FBN RI sdh melatih 17.000 anak bela negara dg swadaya PPBN Bela Negara yg tersebar di setiap desa sekolah TK SD SMP SMA SMK Perguruan Tinggi dan 778 anak asuh jg dg biaya pribadi dan sampai kini dari th 1980 sdh pernah memimpin 65 ormas di kabupaten maupun di Propinsi
Harapan Dr Cantiari sbg anak pahlawan pejuang 45 dan sbg DHD jsn 45 prop bali Masy wajib unt menjaga 4 konsensus dasar mensosialisaikan pancasila UUD 45 Bhineka tunggal Ika dan menjaga NKRI

Dr Made Cantiari sbg peserta terbaik & terinspirasi dlm Diklat Lemhanas RI 2022 menyarankan pada pihak berwenang bs men screening para tamu asing Krn banyak tamu yg membawa Visa wisata tp membeli tanah dan membuat usaha di Bali bahkan arogan terhadap Masya rakat di Bali

Dr Made Cantiari sbg ketua LPA Lembaga Perlindungan Anak mengajak pada orang tua agar peduli thd tumbuh kembang anak dapat membina pisik mental etika moral unt tumbuh di masa depan menuju generasi emas 2045 unt menjadi generasi yg cerdas menjaga & mempertahankan Tanah Pulau Bali

Dibeberkan, segala bentuk kebijakan pemerintah pusat dengan salah satunya membuka peluang wacana Bali dijadikan sebagai pusat keuangan dunia itu perlu dikaji dan analisa lebih mendalam. Menurutnya, tujuan pemerintah adalah memajukan perekonomian dan kesejahteraan. Tapi buka berarti wacana tersebut langsung disambut positif.

“Bali yang sudah terkenal dengan dunia pariwisata dan salah satu penyumbang devisa negara yang cukup tinggi. Namun yang terpenting adalah pemerintah membuka peluang usaha UMKM usaha makro. Daya beli masyarakat kita saat ini cukup rendah.kita yakin ini bisnis kepentingan tingkat elite,”bener Dr Cantiari

EDITOR: ZAINUDDIN YASIN

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top