Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the jetpack domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/balr7381/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Kodim 1018/GMS Gelar Penyuluhan Dan Diskusi Akselerasi Penanganan Karhutla Bersama OPD Kabupaten Gunung Mas - Bali Dokumenter

Kodim 1018/GMS Gelar Penyuluhan dan Diskusi Akselerasi Penanganan Karhutla Bersama OPD Kabupaten Gunung Mas

Gunung Mas, Balidokumenter.com ,Dalam rangka memperkuat sinergitas lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kodim 1018/Gunung Mas (GMS) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan diskusi tentang akselerasi penanganan Karhutla bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Gunung Mas yang bertempat di Makodim 1018/GMS.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta PDAM Jasa Tirta, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadapi potensi bencana Karhutla di wilayah Kabupaten Gunung Mas.


Dalam kegiatan penyuluhan dan diskusi tersebut dibahas berbagai langkah strategis percepatan penanganan Karhutla, mulai dari peningkatan koordinasi antarinstansi, kesiapan sumber daya manusia dan sarana prasarana, pemetaan wilayah rawan kebakaran, hingga upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.


Dandim 1018/GMS menyampaikan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, namun membutuhkan kerja sama dan keterlibatan seluruh stakeholder terkait. Sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, instansi teknis, serta masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan. (Emha)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top