Di Balik Bukit Ser, Tersimpan Panorama Keindahan Hamparan Pasir Putih

BULELENG_Balidokumenter.com

Desa Pemuteran terletak di pesisir barat Buleleng , sekitar 1,5 jam perjalanan dari Kota Singaraja, desa kecil ini berada di kecamatan Gerokgak kabupaten Buleleng menawarkan keindahan alam yang luar biasa dengan suasana tenang khas pedesaan pantai.

Baru-baru ini, Desa Pemuteran sukses meraih penghargaan internasional bergengsi sebagai Best Tourism Village (BTV) 2025 versi UN Tourism. Penghargaan tersebut diserahkan pada ajang Best Tourism Villages by UN Tourism 2025 Ceremony & Third Annual Network Meeting yang digelar di Huzhou, Tiongkok, pada Jumat, 17 Oktober 2025.

Pengakuan ini menegaskan reputasi Pemuteran sebagai salah satu destinasi wisata berkelanjutan terbaik di dunia. Desa pemuteran menawarkan berbagai objek wisata diantaranya :

Pantai Pemuteran, Konservasi Biorock Pemuteran, Wisata Budaya di Pura Batu Kursi,
Nyoman Armaja yang pernah berwisata ke tempat ini (Bukit SER) menyatakan jika ingin menelusuri lebih mendalam tentang keindahan wisata desa Pemuteran ini.

“kita akan disuguhi sebuah fenomena yang luar biasa tentang sudut keindahan yang sulit ditemukan di tempat lain di dunia, yaitu Bukit Ser Pemuteran Gerokgak, yang dapat membuat diri kita akan terbangun dari mimpi sesungguhnya. Bukit SER menawarkan sebuah kesunyian, keheningan, titik Nol untuk menenangkan diri,” kata Nyoman Armaja

Menurut pria asal desa Kayuh Putih yang suka berpetualang ini, Jauh dari hiruk-pikuk artinya hanya mendengar suara-suara yang berasal dari percakapan orang, suara satwa, bunyi dedaunan yang diterpa angin, atau hanya sekadar desau angin yang bersiul di telinga. Betapa berbeda suasana yang relatif “natural” itu.

kata Nyoman Armaja. Tentu saja, di perkotaan, suasana semacam itu jarang bisa dijumpai. Dia adalah sebuah bukit kecil, Bukit Ser, namanya, di Pemuteran, yang saya kunjungi—untuk pertama kalinya.akhir November lalu


Panorama keindahan dengan sunrise dan sunset segar yang berwarna seperti kue croissant, serta laut biru dengan hidangan perahu nelayan, biota laut, dan ombak yang anggun


Di Bukit Ser banyak terdapat pohon bidara dan beberapa flamboyan. Tentu saja, pohon-pohon itu memberikan sumber makanan bagi burung madu sriganti—burung kecil yang lehernya berwarna biru dan kuning di bagian dadanya. Tak heran bila si pengisap nektar ini sering singgah pada bunga pohon buah-buahan tersebut dan membantu peyerbukannya, sehingga buahnya dapat dinikmati ketika musim buah tiba.


Di akhir wawancaranya, Nyoman Armaja memberikan “ statemen “ bahwa Bukit SER harus dikelola secara NATURAL agar makna Sepi, Hening, NOL untuk menenangkan diri dapat terjaga dengan baik. Pembangunan Hotel, Villa atau Bangunan lain seharusnya dihindari agar tempat ini tetap NATURAL.(army)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP