Dukung Program Ketahanan Pangan, Bumdes Mekar Laba Temukus Lelang Beras 2 Ton

BULELENG_Balidokumenter.com

Pasca pemulihan dari kasus dana korupsi yang melibatkan sejumlah pegawai bumdes Mekar Laba Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng kini mulai menunjukan trend positip. Betapa tidak program ketahanan pangan yang diamanatkan kepada bumdes Mekar Laba Temukus sudah membuahkan hasil.dalam tempo 4 bulan.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Laba Temukus memainkan peran kunci dalam meningkatkan ketahanan pangan, sebagaimana diatur dalam Kepmendesa No. 3 Tahun 2025. Dengan adanya kebijakan pengalokasian minimal 20% dana desa untuk ketahanan pangan dan penyertaan modal bagi BUMDes, langkah-langkah strategis perlu dirancang agar program ini berjalan efektif.

Perbekel Desa Temukus, Drs.Made Karuna mengatakan, Potensi Desa: Langkah awal adalah mengenali potensi unggulan desa, seperti sektor pertanian (padi, jagung, cabai), peternakan (ayam petelur, kambing, domba), atau perikanan (budidaya ikan air tawar). Data ini menjadi dasar untuk menyusun perencanaan usaha yang relevan dengan kebutuhan ketahanan pangan.

Penyusunan Rencana Usaha: Setelah potensi diidentifikasi, BUMDes perlu menyusun rencana usaha yang mencakup analisis kebutuhan modal, sarana, tenaga kerja, serta target pasar. Penyertaan modal dari dana desa sebesar 20% dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan ini.

kata Perbekel Temukus, melalui hasil musdes akhirnya disepakati bumdes Mekar Laba bersama dengan kelompok pertanian dengan memberikan pinjaman kepada kelompok pertanian dengan sistim pasca panen hasil pertanian dibeli oleh bumdes berupa gaba bersih

“pada pertengan November lalu bumdes Mekar Laba membeli semua hasil pertanian warga berupa gabah dengan harga sesuai dengan standar nasional yakni Rp 6500 perkilogram,”ujar Perbekel Karuna

Kemitraan dan Kolaborasi: Menjalin kerjasama antara bumdes dan petani untuk mendukung pendanaan tambahan, dan pemasaran produk desa

Dengan kebijakan pengalokasian minimal 20% dana desa untuk ketahanan pangan, dengan nilai Rp 200 ke Bumdes dapat memanfaatkan dengan maksimal

“bumdes membeli hasil panen dari petani berupa gabah dan diolah kembali menjadi beras sampai 2 ton. Hasil tersebut pun sudah diborong oleh warga. Harga beras yang dijual Rp 14 ribu perkilogram. Ya kita syukurin saja program ketahanan pangan di Temukus pada edisi perdana di tahun 2025 berjalan dengan tepat sasaran,”ujar perbekel saat di temui di kantornya, Jumat (5/12/2025)

Ketut Sudarmi, salah satu warga sempat ikut membeli beras dengan harga relatif murah yakni Rp 14.ribu perkilogram. Menurutnya, harga beras yang ditawarkan bumdes cukup murah. Jika dibandingkan dengan harga eceran di warung atau tokoh berkisar Rp 16 ribu.

“saya dengan beberapa keluarga ikut membeli beras di Bumdes yang relatif murah.karena beras hasil produksi pertanian di desa Temukus sehingga tidak perlu rasa kuatir,”ujar Sudarmi (Yasin)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP