DENPASAR_Balidokumenter.com Oknom Kasi LIDIK Satpol PP Provinsi Bali Gde Agung Semara Adnyana, S. STP alias Cok De marah marah sambil menunjuk pakai tangan kiri kepada salah satu awak media saat di cecar pertanyaan seputar hubungan Satpol PP Provinsi Bali dengan salah satu dog lovers Jovan alias Suci (wanita yang berubah menjadi pria_red). Dengan sombong nya Cok De marah marah mempersoalkan Pertanyaan-pertanyaan wartawan Garuda TV, M. Muhyiddin.
Cok De yang berbadan kekar berlaga preman bukan layak nya pejabat yang makan dari keringat rakyat.
“Kamu ini menghakimi teman saya ya, ” Bentak nya sambil menunjuk muka wartawan Garuda TV dengan tangan kiri.
Merasa diserang, Muhyiddin balik bertanya kepada Cok De. “Saya kan cuman tanya, apa hubungan nya pak Wayan ( I Wayan Anggara Bawa, ST_red) dengan Jovan alias Suci, kenapa anda yang marah, sementara pak Wayan siap memberi jawaban. ” Iawan Muhyiddin.
Merasa mendapat perlawanan, Cok De bukannya memberi jawaban, malah semakin naik pitam, dan membentak wartawan tersebut, agar tidak menanyakannya hubungan Wayan Anggara Bawa dengan Jovan. Karena merasa terdesak, dan tidak bisa memberikan argumen yang jelas, Cok De meninggalkan awak media yang masih klarifikasi.
Sementara I Wayan Anggara Bawa, ST meminta maaf atas tindakan atasannya yang tidak mencerminkan Abdi negara melainkan gaya preman yang dipakai dalam menjawab pertanyaan wartawan yang mencari kebenaran dibalik isu keterlibatan Satpol PP Provinsi Bali menjadi “bemper” Mafia Dog Lovers.
“Itu kasi saya, maaf ya Mas, kasi saya yang arogan,” Ujar I Wayan Anggara Bawa.
Lebih lanjut I Wayan Anggara Bawa menjelaskan, kalau hubungan nya dengan jovan alias suci didalam tugas, Jovan satu satunya Mitra Satpol PP Provinsi Bali terkait penertiban selter hewan di Bali. Sedangkan di luar tugas, ia mengakui, kalau Jovan sebagai ketua disalah satu yayasan Dog lovers, sementara Wayan Anggara Bawa adalah sebagai penasehatnya.
“Saya penasehat dari yayasan yang dipimpin oleh Jovan, ” Terang Wayan.
Ketika ditanya, kenapa hanya Jovan yang dijadikan Mitra satpol PP Bali, Wayan Anggara Bawa tidak bisa menjawab.
Mendapat perlakuan arogan oleh salah satu Kasi tersebut, M. Muhyiddin tetap mencari jawaban yang pasti terkait isu keterlibatan Satpol PP Provinsi Bali dengan Mafia Dog lovers. Pertama, Muhyiddin berusaha menemui Kasatpol PP Provinsi Bali, namun gagal, karena yang bersangkutan sedang tugas lapangan.
“Sangat di sayang, di era keterbukaan seperti sekarang,masih ada penjabat Bermintal krupuk. Ko bisa ya Preman jadi Kasi, Apa kriteria penilai Kasat mengangkat Preman jadi Kasi, apa ia sebanyak itu orang di satpol PP Provinsi Bali tidak layak jadi Kasi,” Ujar Muhyiddin menyayangkan tidakan oknum Kasi yang arogan
“Saya semakin curiga, ada udang dibalik batu, kalau memang tidak hubungan ” Mesra” antara Satpol PP Provinsi Bali dengan Jovan, kenapa Cok De yang seorang Kasi kebakaran jenggot, apa karena saya kecil, dan dia berbadan besar, sehingga dia mengintimidasi saya, kalau mau jadi preman, lepas seragam yang dibeli dari uang Rakyat itu dong, ” Tambah muhyiddin.
Menyaksikan sikap arogan Cok De Salah satu oknom Kasi satpol PP Provinsi Bali, Nengah Suarni anggota yayasan Dharma Satria Dewata terkejut.
“Kok begitu ya, kok arogan sekali bapak itu, kalau tidak ada hubungan kongkalikong antara Satpol PP Provinsi Bali dengan jovan, kenapa harus marah. Seharusnya jawab dengan jujur dan benar. Ini tidak. Ini orang malah marah, ” Ujar Nengah Suarni yang mendampingi Sunartik saat dimintai keterangan oleh I Wayan Anggara Bawa penyidikan satpol PP Provinsi Bali. (Emha Dien Syamsuddin)