Perbekel Desa Sanggalangit, Nyoman Sudika
GEROKGAK, Balidokumenter.com Mengabdi diri sebagai aparatur pemerintah desa adalah suatu kebanggaan tersendiri. Berapa tidak, Nyoman Sudika, perjalanan karier seorang Perbekel Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali tentu hal yang tidak muda dan perjuangan panjang. Sejak lulus dari SMA Negeri 1 Seririt pada tahun 1992 ia mencoba melamar sebagai staf di Kantor Desa Sanggalangit. Alhasil dirinya diterima sebagai staf dan diberikan training kerja selama satu tahun.
Tahun 1993 Nyoman Sudika berhasil menunjukan kinerja tren positif dan mampu bekerja sesuai dengan kebutuhan kantor desa. Menurut Perbekel Nyoman Sudika, perjalanan karier mengabdi di sebagai staf kantor desa sejak tahun 1992 dengan upah sebesar Rp 15 ribu perbulan. Seiring perhalan waktu evakuasi kinerja selama satu tahun tepatnya tahun 1983 dirinya mendapat surat pengangkatan sebagai staf tetap di kantor desa.
“Setelah tamat SMA saya mencoba melamar pekerjaan sebagai staf di kantor desa. Dari sanalah saya banyak belajar tentang birokrasi. Motivasi bekerja di desa selain menghemat biaya, juga ingin mengabdikan diri di desa,” kata Perbekel Nyoman Sudika saat ditemui di kantornya, Rabu (19/8)
Disebutkan, berapa jabatan kaur desa desa seperti kaur pembangunan, kaur pemerintahan dan kaur kesejahteraan telah diembannya. Dengan segudang pengalaman birokrasi tersebut akhirnya Nyoman Sudika ditunjuk sebagai sekretaris Desa. Jabatan sekretaris desa itulah, ayah dari 3 orang putra putri ini menemukan jati diri sebagai ASN.
Adalah sebuah keputusan dari pemerintah pusat yakni peraturan pemerintah (PP) no 45 tahun 2007 jabatan sekretaris desa di seluruh Indonesia diangkat menjadi PNS. dengan pengangkatan penuh tahun 2009 saat presiden SBY berkuasa.
Bagi Nyoman Sudika, ASN dari pemerintah pusat adalah sebuah anugerah terindah dan menjadi buah hasil kesehatan dalam mengabdikan diri hampir 35 tahun. Guna menghindari konflik politik, akhirnya pemeribtah pusat melakukan mutasi besar besaran yakni semua sekdes yang sudah menjadi ASN penuh dimutasi ke beberapa institusi lainnya. Sedangkan jabatan sekdes kembali menjadi kewenangan kepala desa
Nyoman. Sudika akhirnya meletakkan jabatan sekdes Sanggalangit karena dimutilasi sebagai staf kantor camat Gerokgak. Perjalanan sebagai orang nomor satu di Desa Sanggalangit alias jabatan Perbekel dirinya mengaku tidak pernah bermimpi. Namun dengan segudang pengalaman dan kesabaran akhirnya beberapa tokoh masyarakat meminta dirinya agar maju sebagai calon perbekel Desa Sanggalangit.
Awalnya menolak lamaran sejumlah tokoh masyarakat karena dirinya masih sebagai anggota ASN dan harus meminta persetujuan Bupati Buleleng. Pada pergelangan pemilihan perbekel secara serentak pada tahun 2019 Alhasilnya diluar dugaan Nyoman Sudika berhasil mendepak rival terdekatnya Nyoman Dana yang saat itu masih menjabat sebagai incambent.
“Pekerjaan apa pun kita patut syukuri . Selain itu sabar dan jujur adalah modal utama. Apalagi kita berhadapan langsung dengan masyarakat. Intinya adalah transparan dan mengayomi masyarakat,”ujar Perbekel Nyoman Sudika (YASIN)
EDITOR : ZAINUDDIN YASIN