Antisipasi Musim Kemarau Sang Kapiten Membuat Kolam “Raksasa” Untuk Menyimpan Cadangan Air

BANJAR, Balidokumenter.com

Penampung air hujan merupakan solusi inovatif yang makin diminati oleh masyarakat saat ini. Khusunya wilayah pegunungan Dengan keberadaan penampung air hujan, bisa mengelola sumber daya air secara lebih efektif, mengurangi ketergantungan pada sumber air serta mendukung kegiatan pelestarian lingkungan.

Kolam Air berdiameter 7 x 8 meter persegi diperuntukan selain menampung air hujan juga berfungsi mengalirkan air dari sungai dengan menggunakan pompa air adalah wadah yang dirancang khusus untuk menampung air untuk menyiram tanaman disaat musim kemarau.

Sang inspirator, Ketut Santosa, alias Kapiten setelah melakukan program penanaman pohon di hutan dan lahan pekarangan milik warga, ia kembali bersama belasan warga mengerjakan pekerjaan penggalian pembuatan kolam air yang diperuntukan menyiram tanaman

pembuatan kolam berdiameter 7×8 meter persegi dengan kedalaman mencapai 5 meter dengan menggunakan terpal agar air yang dialiarkan dari sungai dengan menggunakan mesin disel berjalan dengan normal.

“Dengan adanya ini, Kita mampu menyimpan air selama musim penghujan dan menggunakannya saat musim kemarau. Selain manfaat ekonomi yang di dapat, penggunaan penampung air hujan juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Melalui pemanfaatan yang tepat, penampung air hujan bisa menjadi bagian penting dari kebutuhan hidup,”ujar Kapiten saat ditemui di lokasi perkebunan, Ahad (20/6/2026)

menurut Kapiten, pasca penanaman sejumlah pohon dengan mengajak warga lokal agar tetap menjaga pelestarian lingkungan. Tujuan menanam ratusan pohon di hutan dan tanah pekarang milik warga adalah memberikan nilai edukasi positif kepada masyarakat karena menjaga kawasan hutan lindung maupun perkebunan adalah tanggung jawab semua lapisan masyarakat.

Disebutkan Kapiten, pembuatan kolam tersebut selain tujua. Menyimpan cadangan air hujan, juga mengatasi musim kemarau saat ini karena debut air sungai pasti mengalami penurunan.

“Ini tanggung jawab kita semua karena kita pasti mewariskan kepada anak cucu kita kelak agar Hutan tatap dipelihara sehingga mencegah terjadinya erosi atau pengkikisan lahan,” tandas Kapiten berdiplomasi

,

Selain membuat kolam, sang Kapiten pun memberikan edukasi kepada masyarakat setempat agar memanfaatkan Hutan atau perkebunan dengan pola pertanian teras sering. artinya, kata Kapiten, sejumlah tanaman seperti sayur mayur, cabe, tomat keladi, kelapa gading di sekitar areal perkebunan tanpa harus menumbangkan. pohon.

“tujuan membuat penampungan air adalah untuk menyiram tanaman meskipun biaya dari dan perawan tergolong cukup tinggi namun kita tetap memberikan kontribusi positip kepada masyarakat,kilah Kapiten

Komang Arya, salah satu warga dusun kloncing, Desa Tigawasa, mengapresiasi greget dari sang Kapiten selalu memberikan nilai tambah kepada masyarakat. Kami sangat berterima kasih kepada Kapiten karena motivasi dan semangatnya cukup tinggi dalam mengembangkan potensi desa.Beliau banyak berkorban untuk kepentingan publik. dana pribadi sang Kapiten sudah banyak membantu masyarakat,”ujar Arya (YASIN)

EDITOR : ZAINUDDIN YASIN

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top